Anton Ferdinand Disarankan Tolak Jabat Tangan John Terry

Anton Ferdinand dan John Terry sedang terlibat masalah hukum karena tindakan rasis yang dilakukan Terry.

By: Lucky F. Damianus | Sabtu, 28 Januari 2012 - 20:04 WITA
Anton Ferdinand John Terry Rasis

Pemain Chelsea dan QPR terlibat keributan setelah Anton Ferdinand menuduh John Terry bersikap rasis dalam pertandingan bulan Oktober lalu.

PALAKAT – Ketua Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional (PFA), Clarke Carlisle, menyarankan kepada bek QPR Anton Ferdinand untuk menolak berjabatan dengan kapten Chelsea John Terry dalam pertandingan antara QPR vs Chelsea di FA Cup malam ini.

Kedua pemain ini terlibat masalah hukum setelah Anton Ferdinand menuduh John Terry melontarkan hinaan yang bersifat rasis saat kedua klub bertemu di Premier League bulan Oktober tahun lalu. Ini adalah pertama kalinya kedua pemain ini kembali berhadapan di lapangan hijau semenjak insiden tersebut.

Dalam laga putaran keempat FA Cup hari ini, Chelsea berkunjung ke markas QPR, dan John Terry masuk dalam daftar starter. Pertandingan hari ini tepat seminggu sebelum Terry dijadwalkan untuk hadir di pengadilan minggu depan sebagai tertuduh dalam kasus tindakan rasis atas Ferdinand.

Beberapa pihak, termasuk manajer Chelsea Andre Villas-Boas, sudah menyarankan agar kedua pemain ini melupakan kejadian tersebut dan berjabatan tangan dalam pertandingan hari ini sebagai tanda saling menghormati. Namun, Carlisle tampaknya punya pendapat lain dengan mengatakan bahwa berjabatan tangan adalah ide yang buruk.

“Aku paham kenapa Anton Ferdinand tidak akan menerima jabatan tangan dari John Terry karena kedua pemain ini punya masalah pribadi yang berujung pada tuntutan hukum. Sangat bodoh jika Ferdinand dipaksa untuk jabat tangan, karena itu sama saja dengan berpura-pura,” kata Carlisle.

“Situasi saat ini sudah buruk, dan paksaan untuk berjabat tangan akan membuat masalah yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Berbeda dengan pendapat Carlisle, Villas Boas bersikeras bahwa kedua pemain ini harus berjabat tangan untuk menunjukkan rasa hormat terhadap lawan di lapangan hijau.

“Jabat tangan sangat penting,” kata pelatih asal Portugal ini. “Ini adalah tanda rasa hormat kepada lawan yang dihadapi.”

“Sepakbola didasarkan pada nilai-nilai positif. Kedua pemain ini harus menjunjung tinggi nilai tersebut. Ini akan menjadi saat penting sebelum pertandingan dimulai, dan kedua pemain ini harus menunjukkan contoh yang baik dan bertanggung jawab dengan berjabatan tangan,” lanjut Villas-Boas.

Sementara itu, manajer QPR, Mark Hughes, tidak mau memaksa pemainnya untuk berjabat tangan dengan Terry. Keputusan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Ferdinand.

“Itu harus diputuskan secara pribadi. Aku dan pihak klub tidak akan mencampurinya,” kata Hughes.

Berita Terkait:

Tinggalkan Komentar