Suharso Monoarfa Mundur Sebagai Menteri Meski Berprestasi
Suharso mengatakan sudah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai menteri sejak lima hari yang lalu (12/09).

Suharso Monoarfa (Foto: Getty Images)
JAKARTA – Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa yang juga merupakan kader dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Monoarfa mengatakan bahwa pengunduran dirinya tidak terkait sama sekali dengan isu reshuffle yang tengah hangat sepekan terakhir. Ia mengatakan bahwa ada urusan domestik yang membuat konsentrasi kerja sebagai menteri menjadi tidak maksimal.
Monoarfa memang sebelumnya tidak pernah diprediksi akan diganti mengingat selama dua tahun menduduki jabatan sebagai Menpera, ia dianggap banyak kalangan memiliki kinerja yang bagus. Namun saat menteri yang lain risau soal posisinya dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2, Monoarfa justru mesti menghadapi gugatan cerai dari istrinya.
Dalam jumpa pers yang diadakannya pada hari Senin, 17 Oktober 2011, Suharso mengatakan sudah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai menteri sejak lima hari yang lalu (12/09). Ia mengemukakan bahwa alasan pengunduran dirinya semata persoalan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan gejolak politik akibat isu reshuffle.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri kemarin (Senin 17 Oktober) mengumumkan sudah meneriman surat pengunduran diri Monoarfa tertanggal 12 Oktober 2011. Presiden mengumumkan menerima pengunduran diri Monoarfa dan mengerti tentang kondisi yang sedang dihadapi olehnya.
Suharso Monoarfa kini sedang dalam tahap menghadapi gugatan cerai dari istrinya di pengadilan. Kemarin (Senin 17/09), sidang gugatan cerai tersebut sudah memasuki sidang kedua. Monoarfa sendiri belum bisa menghadiri sidang ini. Kuasa hukum Monoarfa mengatakan bahwa kliennya sedang menjalankan tugas yang tidak bisa ditinggal.
Monoarfa mengaku di hadapan media bahwa posisinya sebagai pejabat publik membuat dirinya tidak bisa berkelit dari sorotan masyarakat luas ketika ia menghadapi masalah personal. Ia memahami hal tersebut sebagai konsekuensi jabatan, namun ia tidak ingin hal ini membuat konsentrasi kerjanya menjadi buyar. Itu mengapa dengan berat hati, Monoarfa memutuskan mundur dari jabatan menteri.
Posisi lowong yang ditinggalkan oleh Monoarfa akan digantikan oleh rekan sejawatnya di PPP yaitu Djan Faridz yang sebelumnya merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta.