Wah, Ternyata Ada 70 Tentara AS Menyamar di Freeport
Diduga ada hubungannya dengan penempatan pangkalan militer AS di Australia.
JAKARTA – Keberadaan puluhan tentara Amerika Serikat (AS) di PT Freeport terungkap dalam rapat tim pemantau situasi Papua DPR RI dengan menteri di lingkungan Polhukam pada hari Jumat kemarin.
Sebanyak 70 orang tentara AS dipekerjakan sebagai tenaga pengamanan di PT Freeport dengan menyamar sebagai karyawan ataupun teknisi.
Penggunaan 70 orang tentara AS oleh PT Freeport tersebut merupakan indikasi bahwa perusahaan pertambangan tersebut tidak mempercayai kemampuan Polri dan TNI untuk mengamankan aset mereka di Papua.
Penempatan tentara ini juga dipandang sebagai upaya dari AS untuk mengamankan semua investasi mereka di Papua, termasuk Freeport.
Anggota Komisi I DPR RI dari Papua, Ali Kastela, menghimbau Polri dan TNI agar jangan sampai ‘dilecehkan’ seperti ini.
“Masa tangkap teroris bisa tapi tangani kasus Papua tidak bisa. Freeport rugi karena tambang tidak beroperasi. Makanya mereka cari solusi sendiri, pakai tentara Amerika untuk keamanan,” terang Ali.
Ali mendesak PT Freeport agar tidak terus-terusan menggunakan tentara AS sebagai tenaga keamanan karena bisa menyebabkan kerawanan bagi NKRI.
Terungkapnya puluhan tentara AS di PT Freeport ini mengundang kecurigaan akan adanya hubungan dengan pangkalan militer AS di kota Darwin, Australia. Saat ini pangkalan tersebut diperkirakan telah dihuni oleh 200-300 orang tentara AS.
Namun dari pernyataan yang diumumkan Presiden AS Barack Obama, pangkalan ini akan berisi 2.500 prajurit US Marines bersenjata lengkap bersama sejumlah pesawat tempur.
[Baca: Pangkalan Militer AS di Australia]
Sebelumnya, sudah ada dugaan dari beberapa pengamat politik Internasional bahwa pangkalan militer AS di Darwin tersebut bertujuan untuk mendukung kepentingan AS di Asia-Pasifik, dan khususnya Papua di Indonesia.
Penemuan tentara AS di Papua mulai mengkonfirmasi kebenaran dugaan tersebut, sehingga Indonesia harus mulai waspada dan siap mengantisipasi ancaman bagi integritas dan kedaulatan NKRI.