Diktator Korea Utara Kim Jong Il Meninggal Dunia

Masa transisi kekuasan ke tangan Kim Jong Eun berpotensi terjadinya pergolakan di Asia Timur.

By: Andre Barahamin | Senin, 19 Desember 2011 - 19:14 WITA
Kim Jong Il Meninggal Dunia

Mata dunia tertuju pada transisi kekuasaan di Korea Utara dimana Kim Jong Eun akan meneruskan Dinasti Kim setelah kematian ayahnya.

PALAKAT – Diktator Korea Utara Kim Jong Il meninggal dunia. Kabar tersebut telah diberitakan oleh stasiun televisi Korea Utara pada hari ini.

Kim Jong Il adalah tipe pemimpin yang menggunakan teror dan menebar ketakutan untuk melanggengkan kekuasaannya. Ancaman nuklir telah berkali-kali dilayangkan kepada negara-negara tetangga Korea Selatan, dan bahkan terhadap Amerika Serikat.

Kematian Kim Jong Il membuka periode transisi baru yang berpotensi menimbulkan bahaya baik bagi Korea Utara maupun wilayah Asia Timur. Pada bulan September 2010, Jong Il menyatakan anak bungsunya, Kim Jong Eun, sebagai penerus tampuk kediktatoran. Stasiun televisi ibukota Korea Utara telah menyiarkan bahwa bungsu dari tiga bersaudara ini memang akan melanjutkan kekuasaan Dinasti Kim.

Kim Jong Il berusia 69 atau 70 tahun, tidak jelas. Ia meninggal karena serangan stroke atau serangan jantung saat sedang berada di kereta api. Pembaca berita di televisi menangis saat mengabarkan kematian Kim Jong Il.

Kematian diktator ini tak hanya berpengaruh di Korea Utara saja. Saham Korea Selatan yang merupakan negara tetangga sekaligus musuh, mengalami kejatuhan di pasar Asia pada pagi hari tadi. Spekulan khawatir dengan situasi yang tidak stabil dan tak dapat diprediksi menjelang naiknya Kim Jong Eun menggantikan ayahnya.

Jurubicara Gedung Putih Amerika Serikat, Jay Carney, mengatakan bahwa AS terus memonitor perkembangan situasi di Asia terkait kematian Kim Jong Il. Presiden Barack Obama telah menjalin komunikasi berkelanjutan dengan Korea Selatan dan Jepang untuk menjaga stabilitas politik di wilayah tersebut.

“Kami akan menjaga stabilitas di wilayah Korea, serta mengamankan kemerdekaan dan keamanan sekutu kami,” kata Carney.

Di Jepang, Perdana Menteri Yoshihiko Noda menggelar rapat darurat Keamanan Nasional di Tokyo untuk membahas situasi. Jepang termasuk salah satu negara yang paling dikhawatirkan menjadi target serangan nuklir Korea Utara.

“Saya telah memerintahkan Departemen Pertahanan untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk menjaga situasi dan status siaga,” kata Menteri Pertahanan Jepang, Yasuo Ichikawa.

Kim Jong Il menduduki tampuk kekuasaan sebagai penerus dari ayahnya, Kim Il Sung, pendiri Korea Utara pada tahun 1948. Negara tersebut terpuruk dalam kemiskinan di bawah pemerintahannya, namun Jong Il tetap menjadi perhatian dunia karena terus membangun senjata nuklir dan menjual persenjataan militer.

Selama 46 tahun memimpin Korea Utara, Kim Jong Il tidak pernah menyebut dirinya sebagai presiden. Ia menyebut ayahnya sebagai ‘presiden abadi’, sementara dia hanya menyebut dirinya dengan gelar sebagai Pemimpin Keamanan dan Pertahanan Nasional atau Sekjen Partai Nasional.

Berita Terkait:

Tinggalkan Komentar